Baba Vanga Ramalkan Asia Akan Dilanda Bencana Alam Dahsyat pada 2024, Ini Tanda-tandanya

KISAH BUDI SANTOSO – Baba Vanga, seorang astrolog Bulgaria yang meninggal pada tahun 1996, banyak melontarkan ramalan mengejutkan, beberapa di antaranya benar. Salah satu prediksinya adalah Asia akan dilanda bencana dahsyat pada tahun 2024.

Asia merupakan negara yang rawan terhadap bencana alam, dan angka Baba Vanga memperkirakan bencana alam akan semakin meningkat pada tahun 2024. Bencana alam menimbulkan banyak kerusakan dan kematian.

1. Gempa bumi di Asia

Pertama, Baba Vanga meramalkan pada tahun 2024 akan terjadi gempa bumi kuat atau besar dan tsunami.

Dan ada tanda-tanda Jepang diguncang gempa dan tsunami pada 1 Januari 2024.

Dia mengatakan dampak gempa dan tsunami akan “100 kali lebih buruk” karena tidak hanya berdampak pada negaranya, tetapi juga wilayah sekitarnya. Gempa bumi hebat di Amerika

Kondisi lingkungan merupakan kondisi yang paling menarik perhatian manusia karena dampak yang ditimbulkannya.

Dalam hal ini, para peramal Bulgaria meramalkan bahwa Amerika Serikat akan mengalami gempa bumi besar yang dampaknya sangat dahsyat, antara lain dapat mengalihkan Sungai Mississippi.

Tanda-tanda bencana ini telah teruji, ketika ditemukan gelembung aneh di dasar laut dekat patahan bumi di pantai Pasifik Amerika Serikat dan Kanada, yang menarik perhatian para ilmuwan. Fenomena ini memunculkan teori bukti bahwa Bumi akan terbelah dua.

.

Gelembung pertama mungkin berasal dari sumber air panas di dasar laut. Hal ini didasarkan pada teori abiogenesis yang menyatakan bahwa kehidupan berasal dari benda mati.

Teori ini menyatakan bahwa sel pertama terbuat dari atom karbon yang terbentuk secara spontan di lingkungan berenergi tinggi, seperti sumber air panas bawah laut.

Pecahan Meteorit Langka yang Meledak di Langit Jerman Berhasil Ditemukan

JAKARTA – Pada 21 Januari 2024, terjadi peristiwa alam langka di langit Berlin, Jerman. Asteroid 2024 BX1 yang jatuh ke Bumi terbakar di atmosfer sehingga menimbulkan ledakan keras di udara.

Orang-orang segera mencoba mencari pecahan meteorit tersebut, yang mungkin selamat dari kebakaran atmosfer dan jatuh ke tanah. Hasilnya, peneliti dapat menemukannya.

Potongan asteroid 2024 BX1 seukuran kacang kenari ditemukan oleh para peneliti di Museum Naturkunde Berlin, lapor IFL Science. Sementara itu, meteorit tersebut sedang diperiksa untuk memastikan berasal dari asteroid 2024 BX1.

Asteroid 2024 BX1 merupakan benda yang diprediksi akan bertabrakan dengan Bumi dengan peluang 100 persen, dan baru terjadi kedelapan kalinya.

Asteroid itu pertama kali terlihat di Jerman sekitar tiga jam sebelum menabrak. Christian Sarnecki di Stasiun Gunung Piskesteto di Observatorium Konkoli dekat Budapest, Hongaria melihatnya di langit dan melaporkan penemuan tersebut ke Minor Planet Center.

Minor Planet Center adalah sistem internasional yang berisi database semua benda kecil yang bergerak melalui tata surya. Data tersebut kemudian secara otomatis dibagikan kepada astronom lain.

Berkat Scout, sistem otomatis lain yang melacak lintasan objek yang baru ditemukan, menjadi jelas bahwa asteroid 2024 BX1 akan bertabrakan dengan Bumi.

Bola api terang terlihat dari objek hingga ke Republik Ceko. Pecahan asteroid, jika selamat dari kehancuran di atmosfer, diperkirakan akan jatuh di sebelah barat Berlin, di Havelland, tempat pecahan kecil tersebut ditemukan.