CISDI Sayangkan Isu Kesehatan di Debat Capres Terakhir Belum Menyentuh Akar Permasalahan

Meg and Mums, Jakarta – Pembahasan isu kesehatan pada Debat final Capres pada Minggu, 4 Februari 2024 malam dinilai belum menyentuh akar permasalahan. Hal tersebut disampaikan oleh Pendiri dan Chief Executive Officer Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Diah Satyani Saminarsih.

“Apa yang dibicarakan dalam debat Capres masih dangkal dan belum menyentuh akar permasalahan struktural,” kata Diah dalam laporan tertulis yang diperoleh Health Meg and Mums pada Kamis, 8 Februari 2024.

Seperti diketahui, Debat Capres malam itu membahas permasalahan kesehatan seperti kemiskinan, pelayanan kesehatan dasar, tenaga kesehatan dan kelompok rentan. Terkait pembahasan tersebut, CISDI menyayangkan pernyataan para calon presiden yang tidak menyeluruh. Faktanya, banyak terjadi kesalahpahaman atau kesalahpahaman tentang banyak masalah kesehatan.

Dua dari tiga calon (paslon) dinilai berbicara pada level umum, tidak menyentuh arah strategis pembangunan kesehatan seperti politik anggaran, sistem kesehatan, dan manajemen kesehatan. Diah menambahkan, salah satu permasalahan paling serius yang belum ditangani secara serius adalah stagnasi.

Isu kemacetan pertama kali disinggung oleh Prabowo Subianto. Kandidat nomor urut 02 menurut pendapat dan pemaparannya bahwa pemberian makanan bergizi dapat menjadi solusi untuk mengatasi kemiskinan. Ketegangan tersebut juga sempat dibahas dalam sesi tanya jawab antara Prabowo dengan calon presiden nomor urut 03, Ganjar Pranowo.

Diah mengatakan, permasalahan kesehatan, khususnya stunting, tidak bisa diatasi hanya dengan memberikan makanan dan minuman gratis. Salah satu akar permasalahan yang melemahkan ini adalah permasalahan sosial yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan perempuan.

Beban ganda perempuan, kesenjangan kekuasaan, bias gender, bias sosial, dan infrastruktur yang tidak memadai mempersulit perempuan dalam mengambil keputusan mengenai kesehatan mereka dan anak-anak mereka. Permasalahan terkait lainnya meliputi: Rendahnya status sosial-ekonomi rumah tangga Rumah dengan toilet yang tidak memadai Air minum Air yang tidak diolah Buruknya akses terhadap layanan kesehatan di banyak daerah.

Menurut Diah, permasalahan gizi di Indonesia sebenarnya lebih luas dibandingkan resesi. Ini termasuk kelebihan berat badan atau obesitas, kekurangan berat badan, dan kekurangan gizi. Masalah gizi tersebut erat kaitannya dengan faktor risiko seperti konsumsi makanan atau minuman tinggi gula, garam, lemak (GGL) dan produk tembakau. Instrumen cukai diperlukan untuk memperkuat dampak positif dari program perubahan gaya hidup. Mengenai Masalah Tenaga Kesehatan

Isu lain yang mengemuka dalam debat terakhir adalah sumber daya manusia kesehatan (HRK). Beberapa kali paslon membahas kekurangan dokter.

Kandidat 02 ingin menambah fakultas kedokteran, Kandidat 01 pun setuju untuk memberikan beasiswa kepada dokter jika tujuannya untuk menambah keahlian. Sedangkan pasangan calon 03 berencana memiliki satu tenaga kesehatan di setiap puskesmas desa. Rating Dokter di Indonesia

Dari segi jumlah, jumlah pekerja di Indonesia secara umum belum mencapai angka rekomendasi WHO yaitu satu orang per 1.000 penduduk. Pada tahun 2022, rasio angkatan kerja secara umum di Indonesia hanya sebesar 0,84 per 1.000 penduduk.

Selain itu, penerapan sembilan jenis SDMK pada pelayanan kesehatan dasar masih terus berjalan. Puskesmas dengan sembilan jenis tenaga lengkap di Indonesia berjumlah sekitar 42,67 persen dari total 10.374 puskesmas pada tahun 2022.

Jumlah tersebut masih jauh dari target pemerintah sebesar 83 persen pada tahun 2024. Artinya, perlu adanya peningkatan jumlah dan keahlian HRK selain dokter.

Diah menjelaskan, permasalahan kekurangan tenaga kerja memang perlu dilihat dari sisi permasalahan produksi dan distribusi.

Peningkatan jumlah fakultas dan beasiswa ditujukan untuk permasalahan produksi, sedangkan penyeimbangan SDM memerlukan solusi dari sisi distribusi.

Ketimpangan distribusi HRK erat kaitannya dengan belum adanya kebijakan yang menjamin hak HRK atas tempat kerja yang layak.

Seperti kebijakan yang mengatur keselamatan, standar upah yang adil, jalur karier, keamanan kerja, dan integritas infrastruktur.

Terlalu banyak pekerjaan yang ditangani oleh SDMK akan mempengaruhi penyediaan tempat kerja yang layak, dan menurunkan kualitas pelayanan. Pembagian beban kerja (shifting of work) hendaknya dilakukan dengan cepat agar para pekerja, tenaga kesehatan, dan tenaga medis tidak memikul beban yang berat. Pemanfaatan teknologi informasi untuk mengurangi beban administrasi juga perlu didorong.

Ikuti Surat Edaran BPOM, PT Konimex Segera Tarik dan Hentikan Produksi Termorex Sirup

Meg and Mums – PT Konimex bersiap menghentikan produksi, distribusi, dan penarikan kembali produk Thermorex Syrup 60ml nomor batch AUG22A06 sesuai dengan surat edaran Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM).

Dari pernyataan CEO PT Konimex Rachmadi Joesoef dalam keterangan resminya, seluruh sirup yang diproduksi tidak menggunakan bahan Ethylene Glycol (EG) dan Diethylene Glycol (DEG) serta memenuhi persyaratan sesuai standar yang diberikan. Farmakope.

Rachmadi mengatakan, “PT Konimex selalu memastikan bahan baku yang digunakan dari pemasok yang telah bermitra selama puluhan tahun memenuhi persyaratan standar farmasi yang diterbitkan oleh resmi pemerintah (Pharmacopoeia).” dikatakan.

Meski demikian, PT Konimex memahami harapan pihak berwenang.

Selain itu, ia mengatakan Konimex senantiasa menjamin keamanan dan mutu peralatan, proses produksi, dan pendistribusian seluruh produknya melalui Cara Pembuatan Farmasi yang Baik (CPOB), termasuk produk Thermorex yang didirikan 34 tahun lalu.

“PT Konimex juga mengikuti seluruh kebijakan dan peraturan yang ditetapkan pihak berwenang, untuk memastikan seluruh lini produk kami aman untuk dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Rachmadi menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan BPOM RI bersama pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan seluruh produk Konimex dalam bentuk sirup telah melewati proses pembuatan sesuai CPOB dan aman dikonsumsi sesuai anjuran.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan lima produk sirup obat di Indonesia mengandung Ethylene Glycol (EG) yang melebihi batas keamanan.

Keterangan dari situs resmi BPOM RI, www.pom.go.id di Jakarta, Kamis, salah satu produknya adalah Sirup Thermorex (antipiretik), diproduksi oleh PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kotak kemasan, botol plastik @ 60 ml. . [di antara]

Viral Foto Felix Stray Kids Jadi Relawan di Laos, Warganet Sebut seperti Malaikat

Meg and Mums, Jakarta Foto idola K-Pop Felix dari boy grup Stray Kids yang berdonasi untuk UNICEF di Laos telah dibagikan di media sosial di Korea. Dalam foto yang dipublikasikan, Felix terlihat berinteraksi dengan seorang anak dan seorang ibu di Laos.

Dalam foto tersebut, Felix mengenakan pakaian sederhana dengan kemeja bertuliskan UNICEF. Seperti diketahui, UNICEF adalah United Nations Children’s Fund, sebuah organisasi internasional yang berada di bawah payung PBB. Organisasi ini bergerak dalam membantu pembangunan global untuk memenuhi kebutuhan anak-anak. Di Laos, permasalahan yang berkaitan dengan anak-anak meliputi air bersih, makanan dan lingkungan.

Bukan rahasia lagi kalau Felix Stray Kudzho senang mengisi waktu luangnya dengan menjadi sukarelawan bagi orang-orang yang membutuhkan. Hal tersebut baru-baru ini ia ungkapkan dalam video Stray Kids, menurut AllKpop, pada Sabtu (10/2/2024).

Karya pria kelahiran Sydney 23 tahun lalu ini diapresiasi warganet.

“Dia benar-benar bidadari,” kata salah satu warganet.

Dia memanfaatkan waktu luangnya dengan baik, pergi keluar dan melakukan pekerjaan sukarela, kata yang lain.

“Felix benar-benar penuh cinta. Dia selalu memberi dan memberi,” sahut yang lain.

“Malaikat sejati,” kata yang lain.

“Itu bukan pertunjukan, dia melakukannya karena dia benar-benar ingin melakukannya,” sahut yang lain.

Kesuksesan Felix dalam merawat masyarakat yang membutuhkan adalah dengan menyumbangkan dana sebesar 100 juta won atau setara Rp 1,1 miliar kepada UNICEF pada 4 Januari melalui Korea Committee. Dia adalah anggota termuda dari Klub Kehormatan UNICEF.

Dana Felix diarahkan untuk membantu anak-anak di Laos yang menghadapi tantangan terkait air bersih, sanitasi, dan nutrisi. Seperti diketahui, Laos mempunyai permasalahan air minum bersih, hanya 18 persen penduduknya yang mempunyai akses terhadap air minum bersih. Selain itu, 33 persen bayi dan anak-anak mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi dan kebersihan yang buruk.

“Saya ingin berbagi rasa cinta yang saya miliki dengan memberikan karya ini. Harapan saya, anak-anak Laos dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan yang aman,” kata Felix seperti dikutip Allkpop.

Cho Mi-jin, Sekretaris Jenderal Komite UNICEF Korea, menyatakan terima kasih atas upaya Felix untuk anak-anak yang membutuhkan di negara lain.

Bantuan Felix, kata Cho Ji Min, telah memberikan harapan dan semangat kepada anak-anak di Laos dalam mengawali tahun baru.

Supaya Stamina Terjaga, Apa Saja Pantangan Makan Bagi Petugas KPPS?

Meg and Mums, JAKARTA — Apakah Anda ditugaskan mengawasi pemilu besok? Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berbagi tips menjaga kesehatan saat pemilu agar pesta demokrasi lima tahunan berjalan lancar.

Bagi petugas Tim Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), selama menjalankan tugasnya (tidak mengonsumsi makanan pedas dan berminyak sebelum dan sesudah upacara), kata General Manager PB IDI Dr Moh Adib Humaidi dalam keterangan tertulisnya. di Jakarta, Selasa (13/2/2024).

Dr Adib juga mengingatkan petugas KPPS untuk tidur malam yang cukup yaitu minimal 7-8 jam. Lalu, jangan lupa untuk mengonsumsi buah-buahan atau suplemen vitamin C dan B.

“Jika Anda mempunyai penyakit yang memerlukan pengobatan, tetaplah meminumnya secara rutin,” kata dr Adib.

Agar tubuh tidak kaku, dr Adib juga menyarankan petugas melakukan peregangan kepala, leher, bahu, punggung, dan lengan di kursi setiap 30-60 menit. Lakukan peregangan di luar tempat duduk Anda (berjalanlah sebentar dan bergiliran dengan petugas lain) untuk mengendurkan otot kaki Anda setiap beberapa jam.

Dr Adeeb berkata: “Jangan minum soda dan alkohol atau minuman berenergi, batasi makanan dan minuman manis dan gorengan, dan banyak minum air putih untuk menjaga suhu tubuh.”

Dr Adib juga berpesan kepada petugas KPPS untuk memakai masker sekaligus mengurangi dan menghindari perokok pasif. Kenakan topi di area terbuka yang terkena sinar matahari.

Selain para pejabat, Dr. Adib juga menyarankan beberapa kegiatan untuk para pemilih. Salah satu caranya adalah dengan sarapan pagi dan mengenakan pakaian serta sepatu yang nyaman sebelum berangkat ke TPS.

“Gunakan masker bagi lansia, ibu hamil, serta yang sedang sakit atau bergejala flu, dan dianjurkan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pencoblosan,” ujarnya.

Misteri Bercak Kemerahan di Tangan Donald Trump

Meg and Mums, JAKARTA – Mantan Presiden AS Donald Trump tertangkap kamera dengan tanda merah di sebagian tangannya. Kemunculan tersebut terlihat saat Trump meninggalkan kediamannya di New York pada Rabu (17/1/2024) untuk menghadiri sidang pencemaran nama baik kolumnis E. Jane Carroll.

Seperti pertanyaan sebelumnya mengenai kesehatan Trump, netizen di X (sebelumnya Twitter) pun dengan cepat berspekulasi mengenai penyebab tanda merah tersebut. Beberapa orang menduga dia mengidap “herpes tangan” atau mungkin dia baru saja terjatuh.

Faktanya, sangat sulit untuk mendiagnosis suatu penyakit kulit hanya dari foto atau jepretan kamera. Namun menurut Dr Joshua Zeichner, seorang profesor dermatologi di Mount Sinai Hospital di New York City, Amerika Serikat, kemerahan tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh ruam, namun penyebabnya berbeda-beda.

Seperti dilansir Business Insider, Senin (22/1/2024), Dr. Zeichner mengatakan, “Ruam tangan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi, peradangan, hingga kontak luar.

Dr Zeichner berbagi empat kemungkinan alasan Trump mengalami ruam di tangannya, yang semuanya mungkin kurang menarik dari asumsi netizen. Kemungkinan timbulnya ruam yang pertama adalah kekeringan yang berlebihan.

Dr Zeissner mengatakan bahwa penyebab paling umum dari jerawat tangan adalah kekeringan dan mencuci tangan berlebihan. Mengingat Trump adalah seorang yang memproklamirkan dirinya sebagai seorang “termofobik”, teori mencuci tangan yang berlebihan sepenuhnya masuk akal. Suhu dingin juga dapat menyebabkan kulit kering, yang lebih sering terjadi pada musim dingin.

Menteri Bintang Ajak Pemilih Pemula Jalankan Peran Pelopor dan Pelapor dalam Pemilu 2024

Meg and Mums, Jakarta – Generasi muda berhak memilih pada pemilu 2024 sebagai pemilih pemula.

Jelang Pesta Demokrat pada 14 Februari 2024, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga menghimbau para pemilih pemula untuk menjadi pemilih yang cerdas. Dengan meningkatkan kesadaran akan hak pilih dan melaksanakan hak pilih tersebut.

“Pembentukan politik nasional memerlukan proses pembelajaran yang sangat panjang. Oleh karena itu, proses pembelajaran hendaknya dimulai sejak usia dini dengan memperhatikan tahap perkembangan dan kecerdasan anak, kata Bintang, Rabu /2024.07.

Dengan cara ini, anak-anak dapat dididik untuk memandang politik secara positif dan berkontribusi dalam menciptakan kehidupan negara yang lebih baik, lanjutnya.

Bintang berpesan, sebagai pemilih baru, dirinya ingin agar anak-anak selalu berperan sebagai 2P (Pelopor dan Reporter) pada pemilu 2024 agar menjadi warga negara yang aktif.

“Pada pemilu 2024, para pemilih muda baru harus lebih termotivasi untuk menjadi pemilih yang cerdas dan berperan aktif dalam pengawasan pemilu,” kata Bintan.

Sebagai pionir, ia berharap agar seluruh pemilih pemula dapat menggiring kawan-kawannya untuk menggunakan hak pilihnya secara bijak sebagai warga negara, bukan golput (orang kulit putih).

Bagi jurnalis, Forum Anak dan generasi muda juga diharapkan berkontribusi terhadap pemilu yang jujur ​​dan adil.

“Anda harus yakin bahwa lima menit yang Anda habiskan di bilik suara akan menentukan masa depan bangsa Indonesia,” kata Bintang.

Menurut Panitia Pemilihan Umum (2023), terdapat 204,8 juta pemilih pada tahun 2024, 25 juta di antaranya merupakan pemilih pemula (usia 17-25). Namun beberapa kajian penelitian seperti Indikator Politik Indonesia (2021) menunjukkan bahwa pandangan anak muda terhadap politik cenderung pesimistis.

Bintan mengatakan, hasil survei menunjukkan anggapan generasi muda bahwa politisi dan partai politik kurang pandai dalam menyampaikan aspirasi masyarakat. Hal ini dapat mengurangi keterlibatan dan minat pemilih pemula di Partai Demokrat.

Remaja dan generasi muda yang saat ini tergolong pemilih pemula, mungkin tidak tertarik mengikuti pemilu karena beberapa hal, seperti: Masih kurangnya pengetahuan komprehensif tentang kehidupan berbangsa di kalangan remaja dan generasi muda, termasuk pemilih pemula. Kurangnya pengetahuan tentang hak-hak warga negara Kurangnya pemahaman tentang manfaat politik, demokrasi dan pemilu.

Untuk itu perlu adanya perhatian khusus terhadap peningkatan kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam proses demokrasi.

Nabiel, Wakil Ketua Forum Anak Nasional (FAN) periode 2023-2025, meminta para pemilih pemula untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu 14 Februari mendatang.

“Sebagai anak-anak, pemilu adalah momen untuk memilih pemimpin yang bisa mewakili suara kita.” Jadi kita harus menghargai perbedaan pendapat, ada nilai-nilai Pancasila dalam menyelenggarakan pemilu.

“Saya sangat berharap pada tahun 2024, kita akan menyelenggarakan pemilu yang adil dan transparan dan pemilih baru akan berpartisipasi aktif dalam proses pemilu sambil mendorong pemilu ramah anak,” kata Nabiel.

Sementara itu, Heroik Mutakin, pengamat politik dari Masyarakat untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), menghimbau para pemilih baru untuk menjadi pemilih yang cerdas dan berdaya.

Mereka harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai tentang politik, demokrasi dan pemilu. Dengan begitu, ketika tiba waktunya untuk memilih, mereka siap berpartisipasi sesuai hati nuraninya dan menggunakan hak pilihnya dengan bijak.

Sekalipun Anda seorang pemilih muda, jangan takut untuk terlibat dalam politik. Karakter pemilih pemula adalah menjadi pemilih yang kritis, cerdas, dan adil. Memilih di Indonesia bersifat sukarela. “Jadi mari kita ke TPS, mari kita pilih selama lima menit dan lima tahun ke depan untuk rakyat Indonesia,” pungkas Heroik.

Ahli Kesehatan Anak Kemukakan Penyebab Anak tidak Mau Makan

Meg and Mums, JAKARTA – Pakar kesehatan anak dr Ai Gusti Ayu Nyuman Partiwi menjelaskan penyebab anak enggan makan atau hanya ingin mengonsumsi jenis makanan tertentu.

“Yang sering kita lihat, anak-anak yang kesulitan makan juga sama. Membuat anak jatuh cinta dengan rasa suatu makanan,” ujarnya dalam diskusi MPASI online dalam rangka Hari Gizi Nasional. Jakarta, Rabu (24 Januari 2024).

Partioi mengatakan, kebiasaan memberi anak jenis makanan tertentu dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan anak enggan mengonsumsi jenis makanan baru, atau menjadi picky eater dan ingin makan dalam jumlah lebih sedikit atau lebih sedikit.

Untuk itu, ia berpesan agar para ibu lebih berani dan kreatif dalam menyiapkan makanan untuk bayinya, terutama saat bayi berusia 6 hingga 23 bulan atau sedang mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI).

Menurutnya, pada masa ini, anak-anak mengalami masa sulit dalam belajar dan mengeksplorasi berbagai jenis makanan. “Karena memang kalau bayinya sudah berumur enam bulan, semuanya bisa diberikan. Ya, aku akan memberinya makanan yang dimakan ibunya, kalau sesuai dengan takaran yang dibutuhkan bayinya, mungkin. Jadi tidak perlu.” khawatir, apalagi kalau bayi, kita lihat bayinya susah makan, dan itu normal, kata Partioi.

Selain jenis makanannya, pentingnya protein nabati dan hewani dalam makanan yang dikonsumsi untuk pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal juga ditekankan.

Senada dengan hal tersebut, Mahmud Fuzi, Ketua Kelompok Kerja Standar Kecukupan Gizi, Mutu Gizi, dan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kementerian Kesehatan RI (Kemengkes), mengatakan kombinasi protein hewani dan nabati merupakan hal yang penting. pertumbuhan dan perkembangan anak.

Fawzi mengatakan: “Untuk komposisi makanan yang dikonsumsi, kita harapkan untuk anak dibawah lima tahun, karena mereka sekarang sedang dalam masa tumbuh kembang, terutama antara usia 6-23 bulan, dan diharapkan mendapat manfaat. protein.”

Selain kedua jenis protein tersebut, buah-buahan juga dikatakan bisa diberikan pada anak usia tersebut untuk menambah nafsu makannya. Ia mengatakan: “Karena seperti yang kita ketahui, ada makanan yang merupakan sumber bahan energi, ada yang merupakan sumber bahan penyusun yang biasa disebut protein, dan ada pula yang merupakan bahan pengatur dari sumber tumbuhan dan buah-buahan.”

Cakupan Imunisasi Sub PIN Polio Putaran 1 di Jatim, Jateng, dan DIY Capai 100 Persen

Meg and Mums, Jakarta – Cakupan vaksinasi polio Sub PIN di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sleman DIY mencapai 100% pada putaran pertama. Capaian tersebut berdasarkan data aktual di lapangan. Selain itu, pemerintah menargetkan Sub PIN vaksinasi polio minimal mencapai 95 persen pada putaran kedua.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, Mars mengatakan perlunya respon segera terhadap wabah polio dengan melakukan dua putaran vaksinasi tambahan di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kabupaten Sleman.

“Di Sleman tidak ada kasus, tapi karena berbatasan dengan Klaten, Jawa Tengah, rekomendasinya juga untuk melakukan vaksinasi tambahan di Sleman,” kata Maxi dalam konferensi pers virtual, Kamis (25/1).

Penanggulangan wabah polio dilakukan Kementerian Kesehatan dengan menyelenggarakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) putaran pertama pada tanggal 15-21 Januari 2024 dan selanjutnya pada tanggal 19-25 Februari 2024 di seluruh wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur. dan Kabupaten Sleman. Yogyakarta.

“Setiap putaran Sub PIN berlangsung dalam 1 minggu berikutnya ditambah satu minggu pemindaian dengan jarak antar putaran minimal 1 bulan dengan target cakupan minimal 95%,” ujarnya.

Vaksinasi Sub PIN dilaksanakan di Puskesmas, Sub Puskesmas, Posyandu, sekolah dan tempat vaksinasi lainnya di bawah koordinasi Puskesmas.

Vaksinasi polio tambahan ini menyasar anak usia 0 hingga 7 tahun dengan cakupan vaksinasi 95%.

Sesuai target sebenarnya, 32 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan 38 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, serta Kabupaten Sleman, telah mencapai target 100%.

Maxi menambahkan, pemerintah terus melakukan kegiatan surveilans kelumpuhan akut dan surveilans polio lingkungan. Ia juga meminta masyarakat khususnya orang tua untuk melengkapi vaksinasi polio dengan 4 tetes pada usia 1 hingga 4 bulan, 2 suntikan pada usia 4 hingga 9 bulan, dan vaksinasi rutin lainnya pada anak sesuai usia.

“Jangan buang air besar sembarangan, harus muat di toilet, jangan sembarangan lalu cuci tangan pakai sabun. “Juga segera lapor ke otoritas kesehatan jika menemui kasus kelumpuhan pada anak di bawah 15 tahun,” ujarnya.